erkembangan penduduk yang cukup pesat merupakan satu phenomena yang menjadi perhatian serius Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, permasalahan yang paling esensial adalah yang berkaitan dengan penyediaan lapangan kerja / usaha serta penyediaan bahan pangan.
Faktor yang sangat umum yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk di suatu daerah antara lain adalah angka kelahiran, angka kematian, dan angka migrasi (migrasi datang dan migrasi masuk). Kejadian ini biasa disebut dengan kejadian vital penduduk.
Para pemakai data penduduk, khususnya para perencana, pengambil kebijaksanaan dan peneliti sangat membutuhkan data penduduk yang ber-kesinambungan dari tahun ke tahun. Sementara sumber data yang menghasilkan data penduduk yang dapat dipakai dan dipercaya hanya menyediakan secara periodik lima tahunan, yaitu sensus penduduk pada tahun-tahun yang berakhiran angka nol dan survei penduduk antar sensus pada pertengahan dua sensus berurutan. Walaupun ada sumber data kependudukan yang lain yaitu registrasi penduduk, tetapi cakupan pencatatannya masih belum bagus sehingga angka ini belum dapat digunakan untuk perencanaan pembangunan. Sehingga untuk mengetahui keadaan jumlah penduduk di luar tahun sensus dibuatlah angka proyeksi atau estimasi penduduk.
Di dalam pola dasar Pembangunan Daerah Kabupaten Sintang yang selaras dengan pola dasar Pembangunan Nasional, kebijaksanaan kependudukan di-arahkan pada pengembangan penduduk sebagai sumber daya manusia yang dapat menunjang jalannya pembangunan Daerah dan Nasional.
Berdasarkan angka proyeksi tahun 2005, penduduk Kabupaten Sintang berjumlah 341.146 atau rata–rata jumlah penduduk per desa sebanyak 1.805 jiwa. Jika di-bandingkan dengan tahun sebelumnya rata-rata jumlah penduduk per desa mengalami penurunan sebanyak 8 orang. Penurunan ini terjadi disebabkan hasil perhitungan penduduk yang telah memisahkan Kabupaten Melawi, jadi bukan terjadi penurunan yang sebenarnya. Dengan kepadatan penduduk seperti tersebut maka daerah Kabupaten Sintang dikatakan mempunyai penduduk yang masih jarang.
Laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Sintang selama kurun waktu 2000-2005 tercatat rata-rata 2,34 persen. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan laju pertumbuhan penduduk pada tahun sebelumnya (2004) yang besarnya rata-rata 1,91 persen per tahun. Jika dilihat dari laju pertumbuhan penduduk (lpp) kecamatan maka akan terlihat ada beberapa kecamatan yang mengalami pertumbuhan minus, seperti kecamatan Ambalau lpp-nya minus 0,52 persen, fenomena ini diduga dari banyaknya karyawan (orang) yang pindah keluar daerah yang berkaitan dengan perusahaan tutup/tidak beroperasi lagi.
Penyebaran penduduk Kabupaten Sintang tidak merata antar kecamatan yang satu dengan kecamatan lainnya. Kecamatan Sintang memiliki jumlah penduduk tertinggi yaitu 52.276 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 5,52 persen selama kurun waktu 2000-2005, sedangkan yang menjadi posisi kedua yaitu Kecamatan Sepauk dengan penduduk sebanyak 42.273 jiwa dan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,96 persen, yang menjadi urutan ketiga adalah kecamatan Sungai Tebelian dengan jumlah penduduk 26.037 jiwa serta lpp sebesar 0,91 persen.
|