|
|
|
|
|
|
|
| Andalan Kabupaten Sintang yang sangat potensial untuk pengembangan dan penanaman modal. |
| |
|
|
|
|
|
|
|
| |
Perikanan
|
Kondisi geografis Kabupaten Sintang dengan luas wilayah 2.163.500,00 hektar dengan dominasi aliran sungai terutama sungai kapuas memungkinkan untuk pengembangan perikanan darat, baik di perairan umum maupun budidaya. Produksi ikan di Kabupaten Sintang setiap tahunnya mengalami peningkatan. Pada tahun 2004 produksi ikan di Kabupaten Sintang sebanyak 3.508,6 ton. Dari produksi sejumlah ini 65,14% berasal dari hasil penangkapan di perairan umum sedangkan selebihnya berasal dari budidaya keramba (16,75%) dan kolam (18,10%).
Untuk mendukung usaha budidaya perikanan telah diusahakan usaha pembibitan, usaha pembuatan prasarana dan peralatan penangkapan ikan berupa home industri yang memproduksi jaring, rawai dan pancing serta didukung dengan peralatan seperti perahu dan lainnya. Meskipun produksi ikan di Kabupaten Sintang selalu mengalami peningkatan, namun sumbangan sektor perikanan terhadap PDRB Kabupaten Sintang masih sangat rendah yaitu sekitar 2,41%. Produksi perkapitanya sekitar 43,94 kg/kapita/tahun. Hal ini berarti untuk mencukupi kebutuhan konsumsi sendiri di Kabupaten Sintang masih belum terpenuhi, sebab konsumsi ikan per kapita di Kabupaten Sintang masih sebesar 10,54 kg/kapita/tahun, dan standar konsumsi ikan nasional sebesar 26,5 kg/kapita/tahun.
|
|
| |
|
|
|
|
|