Kegiatan peternakan di Kabupaten Sintang masih terbatas pada pemeliharaan ternak perorangan, baru sebagian kecil berupa usaha peternakan dengan skala komersial, terutama peternakan ayam ras maupun ayam buras. Jenis hewan ternak yang diusahakan masyarakat cukup beragam. Paling tidak terdapat 7 jenis hewan ternak yang telah dibudidayakan. Menurut jenisnya, populasi ternak dibedakan menjadi tiga, yaitu ternak besar, ternak kecil dan unggas. Populasi ternak terbesar pada Tahun 2004, yaitu Babi berjumlah 56.875 ekor. Setelah itu sapi berjumlah 23.204 ekor. Untuk ternak besar selain sapi ada kerbau, populasinya hanya 513 ekor dan yang tergolong ternak kecil selain babi ada kambing yang pada Tahun 2004 populasinya sebesar 20.919 ekor. Sedangkan ternak unggas terdiri dari ayam dan itik mengalami peningkatan. Ternak ayam terdiri dari ayam ras dan ayam buras masing-masing mengalami peningkatan sehingga populasinya menjadi 1.155.506 ekor dan 540.404 ekor sedangkan itik populasinya hanya 19.131 ekor.
Produksi hewan ternak yang cukup menonjol adalah ayam ras, ayam buras, kambing, itik dan sapi. Hewan ternak yang spesifik dikembangkan adalah kambing dan ayam ras yang populasinya terus mengalami peningkatan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 3.13.
|
No |
Ternak |
Populasi (Ekor) 2003 |
Populasi (Ekor) 2004 |
|
Ternak Besar |
|
1 |
Sapi |
35.940 |
23.204 |
|
2 |
Kerbau |
4.085 |
513 |
|
Ternak Kecil |
|
3 |
Babi |
31.578 |
56.875 |
|
4 |
Kambing |
97.742 |
20.919 |
|
Unggas |
|
5 |
Ayam Ras |
1.154.000 |
1.155.506 |
|
6 |
Ayam Buras |
874.585 |
540.404 |
|
7 |
Itik |
67.544 |
19.131 |
|